Destinasi Kuliner

KAMBEWE, CAMILAN KHAS MUNA DAN BUTON YANG HANYA HADIR SAAT MUSIM JAGUNG

Namanya Kambewe, makanan tradisional ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Muna dan Buton, Sulawesi Tenggara. Kambewe artinya jagung yang direbus. Arti lainnya adalah penyebutan untuk makanan yang dibungkus daun kelapa atau kulit buah jagung.

Kandungan bahannya 90 persen menggunakan jagung muda. Kuliner olahan jagung muda ini berasal dari Muna dan Buton, Sulawesi Tenggara. Makanan yang sangat populer di sana karena setiap panen jagung selalu ada acara ramai-ramai membuat Kambewe. Bila musimnya telah tiba Kambewe sudah pasti menjadi menu utama para masyarakat. Camilan jagung ini enak disantap dengan sambal dan kuah ikan. Memang lebih nikmat jika disantap bersama menu makanan lain. Kambewe memiliki rasa yang khas. Selain rasa manis jagung muda, ada rasa kelapa yang tercampur di dalamnya. Kambewe biasanya tidak diperjualbelikan namun ada pula yang menjual cukup murah, 5000 rupiah bisa dapat empat buah.

Kambewe Gola dan Kambewe Kapute

Kambewe terbagi dua jenis, Kambewe Gola dan Kambewe Kapute. Keduanya kurang lebih sama karena sama-sama berasal dari bahan jagung muda. Bedanya adalah kalau Kambewe Gola dibuat dengan campuran gula merah sedangkan Kambewe Kapute hanya dari jagung muda biasa. Dalam pembuatan Kambewe Kapute dan Kambewe Gola bahan dasarnya jagung yang berumur 70 hari. Pada usia ini jagung tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras serta memiliki rasa manis yang unik.

Kambewe Gola
Kambewe Gola – Kuliner Muna, Sulawesi Tenggara – Image: Jendela Sultra

Kambewe Gola yang telah matang berwarna merah kecokelatan dengan tekstur padat tapi tidak keras. Sedangkan Kambewe Kapute yang telah matang berwarna putih cerah kekuningan dan tidak keras namun padat. Tekstur keduanya renyah dan akan segera hancur dalam sekali kunyah. Rasanya Kambewe Kapute tak semanis Kambewe Gola. Kambewe biasa dihidangkan bersama Kadada Katembe (sayur bening), Kenta Parende (ikan kuah), Kenta Katunu (ikan bakar), dan lain-lain.

Dua Proses Pembuatan

Kambewe terbuat dari jagung muda yang dikupas kulitnya kemudian biji jagung diiris dari tongkolnya dengan menggunakan pisau. Ada pula yang tidak melakukan pengirisan tapi dengan cara diparut atau dibuka, dalam istilah daerah Muna dan Buton disebut Kokati.

Baiknya pengirisan jagung diparut supaya prosesnya cepat tidak perlu melakukan penggilingan dan saat Kambewe disantap akan terasa lembut. Kalau diiris dengan membuka perbiji (kokati) masih harus dilanjut dengan proses penggilingan. Hal tersebut akan menghasilkan Kambewe yang kurang lembut.

Kambewe Kapute, Kuliner Muna, Sulawesi Tenggara – Image: Jendela Sultra

Tradisi Membuat Kambewe

Setiap tahun di musim jagung muda pasti ada acara pembuatan Kambewe. Biasanya para petani jagung yang mau melakukan panen jagung mengajak keluarga dan kerabat mereka untuk datang ke acara ini. Dapat dikatakan acara ini merupakan syukuran atas hasil dari kebun jagung. Acara biasanya disertai lantunan nyanyian rakyat dengan iringan alat musik gong dan gendang.

Tradisi acara pembuatan Kambewe biasanya hanya bisa dijumpai di daerah-daerah Buton Tengah, Muna dan Muna Selatan. Hingga kini tradisi ini masih lestari. Jadi, kalau ingin cicipi Kambewe yang spesial ini wajib jalan-jalan ke daerah tersebut saat musim jagung.

Resep Kambewe

Pembuatan Kambewe sangat mudah dan bahannya pun mudah diperoleh. Yuk, kita coba memasaknya! Inilah cara membuat Kambewe untuk 8 bungkus.

Bahan:

  • 6 buah jagung muda yang disisir dan ditumbuk halus
  • 100 gram kelapa muda parut
  • 150 gram gula merah
  • ½ sdt garam
  • Kulit jagung secukupnya

Cara Membuat:

  1. Campur jagung, kelapa, gula dan garam lalu tumbuk halus.
  2. Ambil dua sendok makan adonan lalu letakkan di selembar kulit jagung.
  3. Bungkus dengan melipat kedua ujungnya.
  4. Kukus hingga matang sekitar 20 menit.
  5. Angkat dan sajikan.

Ditulis oleh: Oase Kirana Bintang

Foto Cover Artikel: Jendela Sultra

“There is no love sincerer than the love of food.”
~

George Bernard Shaw

Related Posts

X