Destinasi Budaya

Kampung Al-Munawar, Kampung Arab di Palembang

Destinasi wisata paling melekat dari masyarakat kota Palembang adalah Ampera. Namun, saat ini ada yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Semenjak Februari 2017, Destinasi wisata di Palembang terus berkembang, salah satunya dengan hadirnya wisata religi pertama yaitu Kampung Al-Munawar. Atau masyarakat Palembang lebih mengenalnya dengan sebutan “Kampung Arab” yang berada di daerah 13 Ulu, Palembang.

Lalu, mengapa disebut sebagai “Kampung Arab”, hal ini berdasarkan asal usul nama Kampung Al-Munawar, berasal dari salah satu tokoh yang dihormati, yaitu Habib Abdurrahman Al Munawar. Beliau adalah salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di kawasan ini. Mereka semua mempunyai tali darah persaudaraan karena aturan yang tidak membolehkan mereka untuk menikah dengan orang di luar kampung. Namun aturan itu hanya berlaku untuk para perempuannya saja. Para pria tetap boleh menikahi perempuan di luar kampong, namun tetap saja darah Arabnya masih kental dari garis keturunan ayah.

Kampung Al-Munawar, Palembang, Sumatera Selatan – Image: Tim IndoEpic

Jika berkunjung ke Kampung Arab, kamu seperti tidak sedang berada di Indonesia, melainkan di Arab. Sebab kamu bakal bertemu wajah-wajah Arab dengan hidung mancung, tampan dan cantik, dan ada juga beberapa yang menggunakan cadar. Pada siang hari, kampung ini sangat sepi. Lantaran para lelakinya pergi ke Masjid, sementara para wanitanya ada di dalam ruang. Kampong mulai ramai ketika sore hari.

Kampung Al-Munawar dihuni oleh 77 Kepala Keluarga dengan tingkat kepadatan penduduk adalah 300 jiwa/Ha. Kampung Al-Munawar 13 Ulu memiliki lahan seluas 17,6 Ha dengan kondisi lahan yang terdiri atas rawa-rawa/tergenang terus menerus, lahan rawan tergenang dan lahan kering/daratan. Tipikal kawasan Kampung Al-Munawar 13 Ulu terdiri atas tipikal kawasan tepian sungai, tipikal kawasan transisi darat sungai dan tipikal kawasan daratan.


Kampung Al-Munawar, Palembang, Sumatera Selatan – Image: Tim IndoEpic

Rumah tinggal yang ada di Kawasan Kampung Al Munawar 13 Ulu membentuk pola linier sesuai dengan pola jalan.  Walaupun jalan pemisah rumah tinggal tidak dapat dilalui oleh kendaraan mobil secara langsung, tetapi jalan ini menjadi pembatas suatu rumah dengan rumah yang lain. Rumah-rumah di daerah Kampung Al-Munawar 13 Ulu dominan dimiliki oleh Habib Hasan Abdurachman yang kemudian diwariskan kepada keturunannya. Rata-rata rumah berbentuk adalah bangunan rumah batu, rumah kaca, rumah kembar laut, rumah tinggi, rumah kapiten Arab, rumah Indis, rumah kembar darat dan rumah limas

Area Kampung Arab memiliki delapan rumah yang menjadi cagar budaya. Enam rumah berada di area depan mengelilingi lapangan luas. Kemudian dua rumah lagi berada di belakang menghadap Sungai Musi. Keunikan masing-masing rumah ini dikarenakan usia bangunan rumah tua dan mencapai lebih hingga 250 tahun. Seolah digiring masuk ke suasana Arabian, kampung ini memang kental sekali dengan nuansa islami. Hal ini tak lepas dari dulunya peran Kapten Arab yaitu Ahmad Al-Munawwar yang singgah, lalu berkeluarga sehingga beranak cuculah hingga sekarang.

Sementara dari sisi kuliner, kamu akan disuguhkan hidangan atau disebut “munggahan”, istilah munggah ini diambil dari salah satu urutan dalam prosesi pernikahan adat Palembang. Menu munggahan terdiri dari nasi minyak sebagai menu utama dan beberapa lauk, yaitu Kari Kambing, Ayam Gulai, Selado, Sambal dan Acar Nanas. Menikmati munggahan sembara ditemani seni tradisional Arab, Gambus. Rebana ditabuh bertalu-talu, diiringi petikan gitar khas, menghasilkan alunan musik Timur Tengah. Lalu masuklah dua orang bapak yang dengan kompak menari, mengikuti irama musik yang semakin lama semakin bersemangat. Tampak beberapa kali mereka saling pandang dan tertawa. Kesenian Gambus ini merakyat dan merangkul tiap orang untuk bisa ikut menari bersama.

Munggahan – Image: Wira Nurmansyah

Selain menonton kesenian Gambus dan menikmati hidangan “munggahan”, ternyata di kampung arab Al-Munawwar ini di dalamnya ada pengusaha kopi turun temurun. Kopi andalan di kampung ini berjenis robusta arabika Sumatra Selatan. Citarasa aroma kopinya sangat khas sehingga akan sangat menggoda bagi para penikmat kopi.

Anak-anak Kampung Al-Munawar, Palembang – Image: Tim IndoEpic

DItulis oleh: Nia Fauzi

Foto Cover: Wira Nurmansyah

“It is not the destination where you end up but the mishaps and memories you create along the way.”

Related Posts

X