Destinasi Budaya

Kampung Bena, Kampung Batu yang Menawan

Jangan kaget saat kamu menyapa warga kampung yang senyumnya dihiasi mulut dan gigi berwarna merah, mereka hanya mengunyah sirih pinang. Ditambah lagi, wilayah perbukitan dengan udara sejuk dan dingin pasti akan membuatmu betah tinggal di Kampung Bena. Sebuah pesona megalitikum!

Senyuman Penduduk Kampung Bena – Photo: Irwin Fedriyansyah

Kampung Zaman Batu yang Unik

Desa tradisional yang terletak di kaki Gunung Inerie ini memiliki peninggalan budaya megalitikum yang megah. Sebanyak 45 rumah adat dengan batu besarnya terlihat sangat memukau. Batu-batu yang ada tersusun rapi dalam formasi rumit dan unik. Biasanya berbatuan ini dipakai untuk upacara adat. Di sepanjang kampung kamu akan melihat rumah adat penduduk beratap ijuk berjajar dari utara ke selatan. Di ujung bagian selatan merupakan puncaknya dengan tepian tebing terjal. Berada di ketinggian ini menjadi spot menawan yang bisa kamu manfaatkan. Tetaplah berhati-hati karena ada jurang menganga yang menjadi jembatan bagi alam pegunungan dan Laut Sawu di sebelah kanannya.

Kampung Zaman Batu yang Unik

Desa tradisional yang terletak di kaki Gunung Inerie ini memiliki peninggalan budaya megalitikum yang megah. Sebanyak 45 rumah adat dengan batu besarnya terlihat sangat memukau. Batu-batu yang ada tersusun rapi dalam formasi rumit dan unik. Biasanya berbatuan ini dipakai untuk upacara adat. Di sepanjang kampung kamu akan melihat rumah adat penduduk beratap ijuk berjajar dari utara ke selatan. Di ujung bagian selatan merupakan puncaknya dengan tepian tebing terjal. Berada di ketinggian ini menjadi spot menawan yang bisa kamu manfaatkan. Tetaplah berhati-hati karena ada jurang menganga yang menjadi jembatan bagi alam pegunungan dan Laut Sawu di sebelah kanannya.

Batu Adat Kampung Bena – Photo: Jelajah NTT

Kalau kamu ingin menginap di hotel, tersedia penginapan di kota Bajawa yang letaknya 18 km dari Kampung Bena. Waktu yang seru untuk mengunjungi kampung ini adalah pada saat akhir tahun. Kamu akan melihat pesta adat Kampung Bena yang bernama Reba, diadakan pada akhir Desember atau awal Januari selama seminggu. Dalam acara tersebut hewan ternak dikurbankan sebanyak-banyaknya, lho! Sayangnya kini pesta tersebut tidak diselenggarakan selama seminggu lagi melainkan hanya tiga hari. Aturan dari pemerintah melakukan itu unuk membatasi jumlah hewan ternak yang dikurbankan.

Penduduk Kampung Bena

Para masyarakat sangat menjaga budaya zaman batu di desa ini sejak 1.200 tahun yang lalu. Kampung Bena dihuni sembilan suku dan Suku Bena adalah suku tertua di antara yang lain. Rumah Suku Bena berada di tengah-tengah kampung. Profesi utama para masyarakatnya adalah peladang di kebun-kebun yang ada di ngarai untuk laki-laki sedangkan perempuannya menenun. Bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Nga’dha. Para warga menganut agama Katolik namun tetap menjalankan tradisi leluhurnya. Mereka masih meyakini keberadaan Yeta (dewa yang bersinggah di Gunung Inerie) yang melindungi Kampung Bena. Pada awalnya kampung ini hanya memiliki satu klan yaitu klan Bena. Lalu bertambah 8 klan yaitu Dizi, Dizi Azi, Wahtu, Deru Lalulewa, Deru Solamae, Ngada, Khopa dan Ago.

Wanita Kampung Bena – Photo: Jelajah NTT

Cenderamata Kampung Bena

Jangan lupa membawa kenang-kenangan saat pulang dari Kampung Bena. Kamu bisa membeli kain tenun ikat. Setiap daerah memiliki corak khasnya masing-masing. Corak khas di Kampung Bena yaitu kuda dan gajah. Tak hanya itu, kamu juga bisa membeli rempah-rempah seperti kemiri yang banyak dijumpai di kampung ini. Para warga biasa menjemur kemiri di halaman rumah mereka. Bijinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Ada pula kerajinan tangan yang dibuat dari batok kelapa.

Lokasi Kampung Bena

Kampung Bena lokasinya 18 km dari pusat kota Bajawa , Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu. Alat transportasi yang bisa kamu gunakan menuju Kampung Bena yaitu mobil sewa, perjalanan yang akan kamu tempuh sekitar 25 menit dari Bajawa.

Ditulis oleh: Oase Kirana Bintang

Foto Cover: Indonesia Travel

“You can get lost in a small village without realizing it.”

Related Posts

X