Destinasi Kuliner

Pasar Papringan Temanggung yang Unik di Kebun Bambu

Saat ini, mengunjungi pasar tradisional jadi kegiatan yang menarik. Salah satunya adalah Pasar Papringan Temanggung yang unik di kebun bambu.

Pasar Papringan merupakan salah satu pasar yang berada di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Pasar ini berkonsep tempat jual beli yang menggunakan kebun bambu sebagai lokasinya.

Selain memanfaatkan kebun bambu sebagai ikon keunikan, sistem buka pasar ini juga nyentrik. Pasar Papringan hanya buka pada hari Minggu Wage serta Minggu Pon. Kalau dihitung-hitung, Pasar Papringan dalam sebulan hanya buka 2 kali saja. Jadi kalau kamu mau berkunjung ke Pasar Papringan, dari awal harus sudah ancang-ancang dulu ya.

Pasar Papringan Banyak Menyediakan Jajanan Langka

Bagi yang suka sekali icip-icip kuliner, kamu nggak salah datang ke Pasar Papringan. Kebetulan daya tarik utama Pasar Papringan Temanggung adalah aneka ragam kulinernya. Serunya, kita bakal menemukan aneka kuliner tradisional dengan harga murah meriah.

Kuliner di Pasar Papringan Temanggung. Image by: Lihat profilnya di sini

Sejauh mata memandang banyak penjual yang menyajikan kuliner tradisional dan jajanan yang berbeda-beda.

Ada kue-kue tradisional, minuman, hingga kuliner berat pun siap dilahap. Salah satu yang menarik mata yaitu Kue Bajing. Kue ini semacam cadil. Kue Bajing terbuat dari gula merah, rasanya manis seperti saat melihat dia, ups.

Belum puas dengan Kue Bajing, kamu bisa menikmati kuliner lainnya. Salah satu yang menarik lainya yaitu kuliner lontong mangut. Kalau ditanya rasanya gimana sih sudah jelas maknyos pisan, alias enak maksimal. Kuliner lainnya yang bisa kamu cicipi antara lain kuliner gulai ayam kapur, bubur, cenil, rengginang, cucur, getuk, dan masih banyak kuliner lainnya.

Kalau tenggorokanmu terasa seret, jangan khawatir, di Pasar Papringan Temanggung tersedia juga beragam minuman tradisional. Salah satunya ada es dawet ireng, yang kalau diminum bikin haus  langsung hilang.

Mata Uang di Pasar Papringan Temanggung. Image by: Lihat profilnya di sini

Uang Pring Menjadi Alat Tukar yang Sah

Untuk membeli beragam kuliner dan produk yang dijual di  Pasar Papringan Temanggung, kita harus menukarkan uang dulu ke money changer. Uang yang dalam bentuk lembaran rupiah itu akan ditukarkan menjadi uang pring atau uang bambu. Minimal yang harus ditukarkan sebesar 40 ribu rupiah, dengan uang 40 ribu rupiah itu, kamu akan mendapatkan 20 pring.

Pring ini nantinya dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di dalam lokasi pasar. Tiap-tiap makanan biasannya di hargai 1 pring hingga 6 pring. Uang yang sudah ditukarkan ke dalam bentuk pring sendiri harus kamu habiskan. Soalnya pring-pring tersebut tidak bisa lagi ditukar dengan uang. Jadi kalau kamu datang ke Pasar Papringan usahakanlah tidak sendirian. Bawa teman boleh, gebetan, ataupun pacar malah dirokemendasikan. Kamu bisa memadu kasih di tempat ini. Pokoknya habiskan saja semua jajanan yang ada di Pasar Papringan Temanggung, gak usah mikirin diet. Hehe

Traveler Imelda & Keranjang Belaja Pasar Papringan Temanggung. Image by: Lihat profilnya di sini

Menyatu dengan Alam, No Sampah Plastik

Aneka makanan yang ada di Pasar Papringan Temanggung semuanya terjamin kebersihannya. Pasar Papringan benar-benar siap soal kebersihan, mereka berkomitmen dalam menjaga kebersihan makanannya. Di dalam Pasar Papringan ada petugas khusus yang mencuci peralatan memasak, piring, gelas, maupun cangkir. Mencucinya pun dengan air yang mengalir yang tersedia melimpah di lokasi ini.

Piring dan gelasnya higenis, juga tidak ada logam beratnya. Piranti makan sendiri terbuat dari material alam. Beberapa diantaranya menggunakan batok kelapa, daun pisang, hingga bambu. Jadi kesan menyatu dengan alam betul-betul dijaga.

Uniknya lagi, keranjang belanja yang digunakan juga alami. Bukan dalam bentuk plastik kresek, atau kranjang stainless. Melainkan keranjang belanjanya menggunakan bambu. Keranjang belanja ini boleh di bawa pulang, sekaligus dijadikan souvenir dan oleh-oleh ke rumah.

Tempat sampah juga asri banget. Tong sampahnya terbuat dari bambu. Agar sampah dari daun dan batok terkendali, tempat sampah banyak sekali terdapat di sudut-sudut Pasar Papringan Temanggung ini.

Gerakan menyatu dengan alam ini menjadi semacam pesan edukasi, agar pengunjung bisa membuang sampah pada tempatnya. Sistem ini dikelola sangat baik oleh pengelola Pasar Papringan. Sehingga kondisi lingkungan Pasar Papringan tetap dalam keadaan bersih dan asri.

Permainan di Pasar Papringan Temanggung. Image by: Lihat profilnya di sini

Pasar Papringan Tidak Hanya Menyediakan Aneka Jajanan Tradisional Saja

Tidak hanya menyediakan aneka jajanan tradisional, Pasar Papringan juga menyediakan tempat untuk bermain tradisional yang seru.

Di sini kamu bisa bermain egrang bambu, juga bisa bermain jungkat-jungkit yang terbuat dari bambu pula. Selain itu, terdapat perpustakaan mini. Anak-anak bisa membaca buku, sambil menikmati rimbunnya hutan bambu dengan tenang. Pagelaran budaya juga sering dihadirkan di pasar unik ini. Dan ada kuda lumping yang turut menyemarakkan suasana pasar.

Lokasi Pasar Papringan yang Instagramable Banget

Kalau datang ke Pasar Papringan Temanggung, akan ada banyak perjuangan dan tenaga yang dikeluarkan, hehe. Untuk mencapai lokasi Pasar Papringan, kita harus tracking sejauh kurang lebih 500 meter. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi dan harus ditinggalkan di parkiran. Setelah memarkir kendaraan, berikutnya kita tracking melewati sawah dan hutan. Lokasi Pasar Papringan ini memang sedikit blusuk.

Dulu, lokasi Pasar Papringan Temanggung yang dipakai sekarang merupakan bekas tempat pembuangan sampah. Namun pemuda di sini kreatif banget, bekas pembuangan sampah itu diubah menjadi pasar unik seperti sekarang.

Walaupun lokasinya bekas tempat pembuangan sampah, sekarang tempatnya sudah bersih sekali kok. Tidak ada sampah berserakan secuilpun, yang ada hanya belantara hutan bambu nan asri. Kamu pasti kebayangkan? Betapa asyiknya mengunjungi Pasar Papringan Temanggung yang ijoroyo-royo begini. Cocok banget buat foto-foto prewedding bersama “yayangmu.”

Itulah uniknya Pasar Papringan Temanggung yang berada di kebun bambu. Jangan lupa untuk tetap menghargai kearifan lokal di mana pun kaki berpijak, ya!

Ditulis oleh: Maya Nirmala Sari CJ 

Foto Cover: Ardian


“Pull up a chair. Take a taste. Come join us. Life is so endlessly delicious.” — Ruth Reichl

Related Posts

Leave a Reply

X