Desa Wisata

Betah Singgah ke Desa Wisata Cibuntu

Desa wisata selalu menarik untuk dijadikan destinasi rekreasi. Apalagi kehangatan Desa Cibuntu, rasanya seperti pulang ke kampung sendiri, loh.

Pemandangan hijau dipenuhi tanaman padi dan hutan yang masih terjaga. Uniknya desa wisata ini dibandingkan desa lainnya karena terdapat situs purbakala. Desa ini merupakan binaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan serta STP Pasca Sarjana Universitas Trisakti Jakarta. Tak hanya dapat dikunjungi sebagai sarana rekreasi, Desa Cibuntu bisa menjadi tempat menimba ilmu pengelolaan sektor wisata pedesaan. Masyarakat Desa Cibuntu membangun secara bergotong royong untuk menjaga wilayah desa menjadi terlihat alami, indah dan bersih. Mereka juga memiliki inisiatif menjaga dan memelihara situs-situs yang berada di sekitar pekarangan rumah mereka demi melestarikan benda-benda purbakala.

SItus Purbakala Desa Wisata Cibuntu. Image by: Berdesa

Sejarah Desa Cibuntu

            Konon, desa ini sudah ada sejak zaman batu (megalitikum). Ada jejak berupa kuburan batu yang masuk dalam situs purbakala di Kabupaten Kuningan. Situs-situs tersebut antara lain Situs Bujal Dayeuh, Hulu Dayeuh, Sahurip Kaler, Sahurip Kidul, Cikahuripan dan Curug Gongseng. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, situs-situs purbakala tersebut merupakan tempat napak tilas para wali ketika akan menuju Gunung Ciremai. Dalam kuburan batu banyak ditemukan kapak genggam yang terbuat dari batu. Kini kebanyakan kapak-kapak batu tersebut disimpan di Museum Cipari.

            Salah satu situs bernama Situs Bujal Dayeuh. Bujal Dayeuh artinya perutnya Dayeuh. Pada tahun 1970 ditemukan beberapa perkakas bersejarah seperti batu, kapak, gelang dan Situs Hulu Dayeuh. Situs unik lainnya ada Situs Sahurip yang artinya satu kehidupan atau kebersamaan. Situs tersebut berbentuk arca jenis perempuan atau ratu.

Desa Wisata Cibuntu. Image by: Pesona Cibuntu

Desa Keren Dapat Penghargaan

            Desa Wisata Cibuntu menjadi desa wisata terbaik urutan lima tingkat ASEAN pada tahun 2016 untuk bidang homestay. Di 2017.  Dan  Cibuntu terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam ajang Community Based Tourism Kementerian Pariwisata Indonesia.

Homestay yang ada merupakan tempat tinggal para penduduk sekitar. Tiap homestay memiliki nama masing-masing. Suasana penataan rumah begitu rapi dan bersih bagai di hotel. Warga desa secara sukarela akan menjadi guide untuk para tamu. Mereka mengantarkan tamu-tamu untuk dapat menikmati potensi pariwisata yang tersaji seperti kesakralan situs purbakala, sumber mata air Cikahuripan, indahnya air terjun Gongseng, eloknya kebun konservasi Bambu Betung dan uniknya Kampung Kambing.

Cara masyarakat memelihara dan melestarikan budaya menjadi daya tarik desa wisata ini. Keunggulan tersebut terlihat dari keramahan warga pada tamu, mempertahankan rasa gotong royong, menjaga keutuhan seni tradisional, serta senantiasa kompak memperindah lingkungan.

Rumah untuk Peternakan Kambing Desa Wisata Cibuntu. Image by: Yogi Ario

Fasilitas Super Lengkap

            Saat masuk gerbang Desa Cibuntu, kita akan disambut Ki Lengser (sosok yang biasanya terlihat dalam acara pernikahan Sunda). Penyambutan diiringi gamelan dan musik angklung. Ki Lengser menari dengan lincah diikuti dua orang pembawa payung. Mereka akan membawa kita ke tanah lapangan yang sudah dipasangi tenda. Kita akan dijamu dengan minuman tradisional hasil racikan jahe dan serai yang bernama Jasreh. Sebuah welcome drink khas Cibuntu yang menghangatkan tubuh, sesuai dengan udara Cibuntu yang sejuk cenderung dingin. Satu pak Jasreh pun dijual seharga Rp. 10.000. Tak hanya minuman, tamu disuguhi camilan ubi dan pisang rebus.

Desa Wisata Cibuntu. Image by: Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan

Cibuntu memiliki 70 homestay dengan total kamar sekitar 110 ruang. Wisatawan yang berkunjung dijamin pasti betah karena kenyamanan yang tercipta di desa wisata ini. Akses internet tersedia 24 jam. Kita dapat memilih untuk tinggal di homestay bersama warga atau menyatu dengan alam di camping ground. Area kemahdengan kolam renang tersebut letaknya tak jauh dari Curug Gongseng. Pesona alam Cibuntu sangatlah indah karena terletak di kaki Gunung Ciremai. Udaranya sejuk dan menyegarkan!

Di desa ini, para pengunjung dapat mengenal kegiatan masyarakat lokal, berkeliling menikmati keindahan alam serta tarian daerah yang ditampilkan. Beragam seni dan budaya yang terjaga dan lestari di desa ini sangat menarik. Cibuntu sedang mempersiapkan Kampung Angklung. Pelayanan terbaik diberikan para warga untuk seluruh pengunjung. Guide akan mengajak kita turun langsung ke sawah untuk membajak dan belajar menanam padi. Kita pun akan belajar music tradisional, menari dan menikmati masakan khas seperti oseng jamur putih, ayam goreng, sayur asam, sambal lalap, ikan asin dan sebagainya. Jika sedang musim durian kita bisa melahapnya sampai puas!

Desa Wisata Cibuntu. Image by: Visit Cibuntu

            Untuk mengunjungi Curug Gongseng kita akan menyusuri perbukitan. Di sinilah keindahan air terjun berpadu dengan hijaunya hutan dari ketinggian. Usai merasakan kesegaran curug dapat dilanjutkan dengan menuju ke hutan yang menyimpan puluhan flora dari pohon buah-buahan hingga pohon obat-obatan.

            Selama berkeliling Desa Wisata Cibuntu, kita akan menemukan banyak situs purbakala. Tak hanya itu ada pula mata air Cikahuripan. Konon katanya, mata air ini dapat menjadi obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Segarnya air jernih ini juga dipercaya warga setempat dapat membuat awet muda.

            Selanjutnya ada Kampung Kambing yang konsepnya luar biasa. Pemerintah desa membuat peraturan desa yang dengan bijak menata lokasi pemeliharaan kambing secara eksklusif, jauh dari perumahan penduduk. Hal tersebut menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga wilayah pemukiman terjaga. Areal persawahan dikelilingi dengan kandang-kandang yang dihuni ratusan kambing. Sepanjang perjalanan akan terlihat orang-orang tua memikul beratnya rerumputan untuk pangan kambing demi menopang kehidupan sehari-harinya. Aroma tak sedap dari hewan dan kotoran telah melekat akrab bagi mereka. Sarana wisata edukasi bidang peternakan ini menarik untuk dikunjungi.

            Wisata edukasi lainnya ada kerajinan gerabah. Saung gerabah biasanya menjadi tujuan wisata para pelajar. Siswa-siswa sekolah dari luar kota sangat menyukai wisata edukasi ini. Didampingi para tutor, mereka sangat antusias belajar kerajinan gerabah. Mereka diajarkan membuat gerabah dari pengenalan dasar sampai pembuatan.

            Kegiatan lainnya ada pawai obor di malam hari menuju lapangan. Hal ini dilakukan untuk mencari sinyal telepon genggam. Maklum, sinyal di Desa Cibuntu masih sangat terbatas. Hanya di beberapa tempat bisa tertangkap.

Lokasi dan Kontak

            Akses ke Desa Wisata Cibuntu sangat mudah. Letaknya di Kecamatan Pasawahan, kurang lebih 20 km dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sebuah desa yang berada di lereng bagian utara Gunung Ciremai.

            Untuk info dan pemesanan, kamu bisa menghubungi Syukur Mulyana pada nomor 081288695363 dan Asep pada nomor 081312411367. Selain itu ada pula nomor (0232) 8611183 dan Instagram @pesonacibuntu.

Ditulis oleh: Oase Kirana Bintang

Cover foto artikel: Rini Astuti Handayani

“Village is a place where you can find peace,unity,strength,inspiration and most importantly a natural and beautiful life”

~ Minahil urfan

Related Posts

Leave a Reply

X