Desa Wisata

Desa Munduk: Negeri di Atas Awan

Perjalanan kali ini berbeda dengan pengalaman mengunjungi tempat wisata lain di Bali. Perbukitan, persawahan, danau, air terjun, perkebunan, dan jalan-jalan berkelok menjadi ingatan yang membuahkan kerinduan. Bisa dibilang Desa Munduk, Buleleng, Bali menggoda setiap pejalan dengan caranya sendiri.

Potensi Unggulan Desa Munduk

Biasanya jalan yang berkelok dan naik-turun sering membuat mual. Namun perjalanan ini akan membuat traveler berterima kasih pada anugerah Tuhan.

Kabut yang menutupi langit, kesejukan dataran tinggi, perbukitan hijau dan terasering serta gagahnya gunung Batukuru, membuat Desa Munduk seolah berdiri di atas awan. Maka orang-orang sering menyebutnya “negeri di atas awan”.

Sejak tahun 2013, Bali telah mengembangkan program 100 desa wisata. Dua desa yang dari dulu sampai sekarang terkenal adalah Desa Penglipuran, Bangli dan Desa Munduk, Buleleng. Kedua desa tersebut hadir begitu cantik dengan panorama alam yang indah, kebudayaan tradisional yang kental, dan potensi komoditas unggulan. Kedua desa pun penghasil kopi arabika berkualitas baik.

Desa Munduk Desa Wisata Bali – Image by: Oksana Babych

Seperti yang kita ketahui, kopi tumbuh di ketinggian antara 700 – 1900 mdpl untuk menghasilkan rasa dan karakter yang unik dan baik. Nama Munduk dalam Bahasa Bali berarti tempat yang tinggi. Tidak heran, ia memiliki potensi unggulan dari kekayaan alamnya. Potensi tersebut membuat membuat Desa Munduk sebagai sentra kopi Arabika nomor 1 di Bali.

Kopi pertama kali dibawa oleh Belanda dari Malabar, India, pada tahun 1696. Pertama kalii ditanam di wilayah Jatinegara yang kemudian menyebar ke berbagai daerah Indonesia. Daerah yang pertama kali dipijak Belanda di Bali ialah Desa Munduk yang terletak di ketinggian antara 800 – 1200 mdpl.

Perkebunan Cengkih Desa Munduk – Image by: Desa Munduk

Tidak hanya kopi, Desa Munduk juga penghasil cengkih, kakao, kacang merah, dan pisang ketip. Selain perkebunan kopi, traveler juga akan melihat perkebunan cengkih dan kakao. Produktivitas cengkih di Desa Munduk termasuk berkualitas baik dan harga per kilogram bisa mencapai Rp200.000,-

Selain ketiga komoditas tersebut, Desa Munduk juga memiliki bunga anggrek Amerta Jati-nama yang sama dengan nama hutan adat Desa Munduk. Tidak mudah menemukan Amerta Jati di hutan maupun di desa. Tiga warna yang dimiliki anggrek ini dan sulitnya ditemukan menjadikannya sebagai anggrek langka.

Anggrek Amerta Jati – Image by Desa Munduk

Danau Tamblingan

Menurut legenda, dahulu sekitar 2000 tahun yang lalu pernah ada kerajaan kecil yang ada di Tamblingan lalu terjadi letusan Gunung Lesung yang membentuk tiga danau yaitu Beratan, Bulian dan Tamblingan. Danau Tamblingan yang letaknya di Munduk Utara wajib traveler kunjungi. Untuk menikmatinya bisa berkeliling di sekitar danau dengan menyewa perahu motor yang tersedia di pinggir danau.

Danau Tamblingan Desa Munduk – Image by: IG
@nie.marcello

Di sini ada pula penyewaan alat pancing. Dekat danau ini terdapat banyak pura yang disucikan untuk upacara adat dan keagamaan – masyarakat berkeyakinan bahwa air Danau Tamblingan ialah penyangga kehidupan.

Menurut legenda, dahulu sekitar 2000 tahun yang lalu pernah ada kerajaan kecil yang ada di Tamblingan lalu terjadi letusan Gunung Lesung yang membentuk tiga danau yaitu Beratan, Bulian dan Tamblingan. Danau Tamblingan yang letaknya di Munduk Utara wajib traveler kunjungi. Untuk menikmatinya bisa berkeliling di sekitar danau dengan menyewa perahu motor yang tersedia di pinggir danau. Di sini ada pula penyewaan alat pancing. Dekat danau ini terdapat banyak pura yang disucikan untuk upacara adat dan keagamaan – masyarakat berkeyakinan bahwa air Danau Tamblingan ialah penyangga kehidupan.

Soal pakaian adat, warga desa sangat terampil membuat kain khas yaitu tile dan kdape. Tile adalah kain bergambar wayang, binga dan pepohonan yang panjangnya mencapai empat meter. Warga Bali biasa memakainya sebagai hiasan saat upacara pernikahan. Sedangkan kdape adalah kain berbahan beludru yang diberi gambar dengan cara dilem dan dijahit.

Air Terjun Melanting Desa Munduk – Image by: Merah Saga

Air Terjun Munduk Segar Dingin Berkhasiat

Berada  di sekitar perkebunan kopi, suasananya sangat sejuk dan tenang. Air terjun yang masuk dalam kawasan Desa Munduk ini tak hanya sekadar indah namun juga berkhasiat. Ada kandungan sulfur atau belerang pada airnya, sama seperti yang biasanya kamu temui pada wisata air panas. Jadi, air terjun ini dapat digunakan untuk terapi dan menyembuhkan penyakit kulit.

Menuju air terjun ini cukup menguras tenaga. Akses utamanya sedikit curam, hanya melewati jalan setapak yang berada di sekitar perkebunan cengkeh dan kopi. Saat traveler menyusurinya akan terdengar suara alam dan suara pancuran. Sekitar 15 menit kamu akan berjalan kaki menuju air terjun. Jangan lupa siapkan bekal dan minum supaya saat kamu lelah bisa istirahat sejenak, ya! Kalau sedang musim hujan berhati-hatilah karena kondisi jalan pasti akan licin.

Tuak Manis Menyehatkan

Desa Munduk punya tuak yang akan membuat sehat bukan mabuk. Tuak murni ini rasanya manis dan dijamin akan membuatmu segar bugar. Tuak ini hasil panen dari pohon aren tanpa melalui proses pengolahan kembali dan sama sekali tidak dicampur dengan bahan-bahan lain. Produksinya dikemas menarik dan diedarkan ke sejumlah wilayah seperti Singaraja dan Denpasar. Di Desa Munduk memang banyak pohon aren. Pohon aren tersebut diambil air niranya lalu difermentasikan sehingga menjadi putih dan menimbulkan bau yang khas. Biasanya aren dijadikan warga untuk membuat gula merah atau gula aren.

Ketut Rama, Pengagas Gasing Raksasa – Image by: Desa Munduk

Gasing Raksasa Buatan Perajin Munduk

Masyarakat Desa Munduk masih memainkan gasing, permaianan tradisional yang terus dijaga keberadaannya. Hampir setiap hari Minggu, penduduk desa berkumpul dan bermain bersama.

Cara memainkannya adalah dengan melilitkan gasing pada seutas tali lalu dilemparkan ke area yang tersedia. Kelihaian pemain dalam permainan ini tergantung pada dua hal, yaitu lamanya putaran gasing dan cara mengadu dua gasing yang ditabrakan satu sama lain.

Pada tahun 2016, gasing raksasa bernama “Gasing Jro Tridatu” dibuat warga selama 18 hari. Menggunakan kayu jati Belanda lalu dibentuk dengan berat 400 kilogram, tinggi 170 sentimeter, berdiameter 2,5 meter dan bisa dimainkan selama 25 menit. Nama Tridatu berasal dari 3 dewa (trimurti): Brahma diwakilkan warna merah; Wisnu berwarna hitam; dan Siwa mewakili putih. Sedangkan filosofi gasing sendiri adalah keseimbangan gerak.

Rute Perjalanan yang Hijau

Desa Munduk berada di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Jaraknya sekitar 80 km dari Denpasar. Desa ini mudah diakses karena ada jalan raya antar kabupaten yang melewatinya. Kalau dari Bandara Ngurah Rai, waktu tempuh ke desa ini sekitar 2.5 jam. Selama perjalanan kamu akan menyaksikan gunung, bukit, sawah dan kebun. Saat menuju Munduk kamu akan melewati tiga danau.

Desa Munduk Desa Wisata Bali – Image by: Ishak Semaya

Keindahan alam, ragam potensi, keramahan penduduk, dan tradisi yang kental adalah Desa Munduk yang memikat dengan caranya sendiri.

Ditulis oleh Tim IndoEpic (Oase & SN)

Foto cover: Wikipedia

Thanks to Desa Munduk

“The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.”

~ Marcel Proust

Related Posts

Leave a Reply

X