Destinasi Wisata

Uniknya Bukit dan Pulau di Pantai Koka Maumere

Maumere. Tiap mendengar itu pasti yang terbayang sebuah lagu yang selalu dibawakan riang gembira dengan tarian. Jangan cuma ingat itu, kamu harus berkunjung ke Pantai Koka yang terletak 40 km arah barat kota Maumere!

Pantai Koka

 Asal mula nama Pantai Koka berdasarkan suara Burung Koak yang dahulu banyak terdapat di pantai ini. Suara burung yang melengking dan mengeluarkan kata koak dan koka membuat beberapa penduduk sekitar menamai pantai ini dengan sebutan Koka.

 Pantai Koka tak pernah sepi pengunjung. Setiap akhir pekan, pantai berpasir putih ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai ini memiliki laut yang bersih, air yang jernih, dan berpasir putih lembut. Di kanan dan kiri pantai berjejer tebing-tebing karang.

Pantai Koka Maumere

Pantai Koka termasuk unik, terlihat dari adanya dua sisi pantai berpasir putih. Di sebelah barat, hamparan pasir putihnya sepanjang 100 m sementara sebelah selatan 200 m. Pantai di selatan berbentuk cekung dan menjorok ke dalam sejauh 100 m, sementara sisi baratnya berbentuk sama menjorok ke dalam sejauh 50 m. Pemandangan di pantai ini sangat indah, ada bukit-bukit yang mengapit pantai dan ada pula sebuah bukit yang berada di tengah. Kalau air laut surut, kita bisa berjalan di deretan batu karang cadas berwarna kehitaman.

Untuk berada di atas karang sepanjang 50 m dengan lebar hingga 10 m, kamu harus ekstra hati-hati karena bebatuan di permukaannya sangat tajam dan tidak bergelombang. Di ujung karang, kamu bisa melihat dasar laut yang jernih penuh ikan-ikan kecil berseliweran di lubang-lubang batu karang. Di sisi selatan garis pantainya lebih menyejukkan. Terdapat gugusan batu karang di sebelah kanan selebar 10 m dengan panjang 30 m.

Dulu, sepanjang bibir pantai dipenuhi pohon waru dan bakau. Sudah tidak ada lagi karena ditebang dan tergerus abrasi. Di kiri ujung jalan menuju pantai terdapat kebun penduduk yang ditanami jagung dan singkong. Ada pula beberapa pohon kelapa di sekitarnya.

Pantai Koka Maumere

Bukit Batu

 Pantai Koka terlihat indah bukan hanya karena memiliki dua garis pantai, ada pula bukit-bukit batu yang mengapit kedua pantai. Selepas jalan tanah di sisi kanannya terdapat bukit gersang. Bukit batu sepanjang 20 m, lebar 10 m, dan tinggi 6 m ini hanya ditumbuhi beberapa pohon lamtoro yang selebihnya dipenuhi rerumputan.

 Ada sebuah kuburan keramik persis di bawah kumpulan pohon beringin, di bawah tebing batu yang agak menjorok ke dalam. Ada yang mengatakan makam tersebut merupakan makam seorang raja. Ada pula yang menyebut makam tersebut adalah makam seorang nelayan penduduk kampung sekitar yang meninggal di pantai tersebut.

Pantai Koka Maumere

Sisi barat pantai dibatasi sebuah bukit gersang di sebelah utara. Bukit sepanjang 300 m dengan ketinggian hampir 10 m. Saat musim hujan, rerumputan yang tumbuh di bebukitan membuat bukit tampak hijau, sedangkan saat musim kemarau rerumputan mengering berwarna kecokelatan.

 Sebelah selatan pantai, sisi timurnya dibatasi bukit sepanjang 200 m dengan tinggi 10 m. Bukit ini terlihat subur dipenuhi pepohonan. Penduduk memanfaatkan bukit ini untuk dijadikan kebun. Ada beberapa pohon kelapa berjejer di kaki bukit. Di ujung bukit bagian selatan terdapat bongkahan batu bekas patahan bukit tersebut. Bebatuan setinggi 2,5 m persis berada di ujung bukit. Di depannya, sebuah bongkahan batu berbentuk siku setinggi 3 m dengan panjang 5 m ditumbuhi beberapa pohon di atasnya.

Pantai Koka Maumere

Pulau Nusa Koka

 Lempengan batu karang cadas kehitaman mengelilingi sisi bukit pembatas kedua pantai. Saat air laut surut, gugusan bebatuan tajam terlihat jelas. Tebing batu sebelah kanan bernama Watu Jara kabarnya sering meminta korban.

 Pulau mungil Nusa Koka berada sekitar 300 m dari bibir pantai. Dari kejauhan pulau ini terlihat hanya ditumbuhi beberapa pohon saja.

Warga Wolowiro menuturkan bahwa pulau mungil ini dihuni ratusan ular berwarna lurik hitam putih. Ular-ular tersebut hanya menyempil di celah-celah batu pulau ini dan tidak mengganggu. Biasanya, ular-ular ini sering diberi makan oleh Mosalaki (tetua adat). Saat digelar ritual, ular-ular tersebut akan keluar dari sarangnya dan menghampiri Mosalaki. Ular-ular tersebut diyakini sebagai leluhur atau nenek moyang warga kampung di sini. Jika kamu berkunjung ke pulau ini baiknya ditemani Mosalaki untuk menghindari digigit ular. Pengunjung pulau disarankan untuk tidak mengganggu apalagi membunuh ular tersebut.

Rute

Pantai Koka terletak di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Kota Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Menuju pantai ini, dapat dilalui dengan bus atau travel bertarif Rp50.000. Jika menggunakan ojek motor kamu bisa merogoh kocek sebesar Rp100.000. Perjalanan selama satu jam dapat ditempuh dari ibukota Kabupaten Sikka.

Fasilitas 

Di area Pantai Koka hanya terdapat beberapa penjual makanan ringan dan minuman yang menggelar dagangan di pondok seadanya beratap daun kelapa. Dagangan diletakkan di atas bale-bale bambu. Beberapa pondok peristirahatan yang dibangun pemerintah masih tampak rangkanya saja. Hanya ada sebuah kamar mandi dan WC umum yang dimiliki penduduk sekitar.

Ditulis oleh : Oase Kirana Bintang

Photo Drone: Dio Doyok

YouTube: Jos Mustaf

“To myself I am only a child playing on the beach, while vast oceans of truth lie undiscovered before me.”

~ Isaac Newton

Related Posts

Leave a Reply

WhatsApp chat
X